Agar Si Kecil Memiliki Rasa Malu

 


Assalamu'alaikum buibuk? Sehaaaat buk? 


Minggu lalu saat blogwalking di agenda mingguan ruang aksara, saya membaca blognya mbak roswita  Roswitapl. com dan tersenyum lebar karena merasa memiliki cerita yang hampir sama dalam memberikan pendidikan dasar untuk si kecil. Namanya juga emack-emack yah, kalau punya cerita atau pengalaman yang sama rasanya bahagiaaaa banget 🤗. 


Suatu hari Ale sedang di luar halaman, ketika mendapati temannya pipis di sembarang tempat sontak ia berteriak, "ih malu ih, pipisnya di towiet dong. " setelah itu dia menghampiri saya dan berkata, " Buk, kenapa itu pipisnya tidak di towiet (toilet, red.) nanti malu buk." 


Anak empat tahun itu sudah kritis. Kritis dengan keadaan sosial yang tidak sama dengan apa yang di ajarkan orang tuanya. Semenjak ia memasuki usia tiga tahun, sembari di berikan toilet training, sekaligus saya ajari  dia untuk mulai memiliki rasa malu. Malu jika organ vitalnya jika terlihat orang lain. Pendidikan ini di mulai  dengan hal yang biasa di lakukan sehari-hari semisal untuk selalu buang air di toilet, tidak bertelanjang saat keluar rumah dan hanya keluarga inti yang boleh memakaikan celananya. Semakin bertambah umur dan semakin bagus pula daya tangkapnya dan  tentu saja  yang di pelajari pun nantinya akan lebih kompleks. Menurut saya pribadi hal ini termasuk lingkup pendidikan seks usia dini ya. 


Mengajari anak balita memang susah-susah gampang. Konon, di usia ini daya tangkap anak sedang bagus-bagusnya, jadi menurut saya ini saat yang tepat untuk dia mendapatkan pendidikan dasar yang baik. Baik itu dalam hal etika, sosial, agama dan pengetahuan umum dasar lainnya. Di usia ini si kecil mampu meniru orang tuanya dengan cepat, so hati-hati ya pak,buk, jangan ngajarin yang nyeleneh bisa-bisa ditiru lho. Karena hal itu pula maka untuk urusan pengenalan tubuh si kecil dan juga soal  'How to' di toilet saya serahkan kepada ayahnya. Ayah juga harus di libatkan dalam urusan pendidikan si kecil ya buk. Biar seimbang. 

 Menurut saya memberi pendidikan dasar seperti ini  kayak pepatah "Sekali dayung dua pulau terlampaui" sembari mengajari anak untuk mengenal tubuhnya sendiri, bagaimana menjaganya sekaligus mengajarkan kemandirian buat si kecil. Rasanya  Amazing aja gitu melihat dia cepat bisa mandiri. Terkadang sesekali saya intip ketika dia terburu-buru ke toilet hendak pipis. Mulai dari membuka tutup dudukan toilet sampai menekan Flush jika sudah selesai pun berhasil dia lakukan sendiri.


Alah Bisa karena terbiasa


Karena sudah terbiasa, sekarang Ale selalu protes kalau hanya menggunakan boxer di rumah, pasti ia minta di pakaikan celana besar juga. Begitu juga saat hendak pipis di kondisi urgent ( di jalanan contohnya) Ale menolak keras untuk pipis darurat dan kekeh untuk minta ke toilet 😄 yang ini agak tricky juga sih ya. 

Mengajari si kecil untuk merasa malu menurut saya sih penting ya buk. Jadi ia tidak bisa sembarangan memperlihatkan organ vitalnya ke dunia luar. Sebagai orang tua kita haruis banyak memproteksi keluarga kita karena banyak sekali orang yang berniat tidak baik di luar sana, buk.

Mendidik anak agar memilki rasa malu berrguna juga ketika dia memasuki usia remaja nanti dimana dia sudah mulai di perkenalkan dengan batasan aurat dalam islam. Jujur sebagai orang tua, saya bbeberapa kali menemukan anak remaja laki-laki yang masih keluyuran hanya dengan boxer! agak risih. 

Kids start to care what other people before they even reach their terrible twos, which is surprising, given how liberated they seem to be. Many experts agree that though a self-conscious toddler may not act the same way as a self-conscious parent, that does not mean they do not experience it. They care what others think even if the diaper they rip off at the park says otherwise. (https://www.fatherly.com) 


So, sembari mengajari si kecil, peran ayah dan ibu juga penting lho. Baiknya ayah dan ibu lebih proaktif untuk mengingatkan dengan bahasa yang sederhana. 


Demikian opini saya sebagai ibuk dengan balita empat tahun. Semoga mencerahkan ya. Kalaupun tidak sependapat ya nda apa-apa. Dunia parenting gak selalu harus sama kok. 


Wassalam... 


Sumber : (https://www.fatherly.com/health-science/why-toddlers-get-embarrassed-and-self-conscious/ )

Posting Komentar

6 Komentar

  1. Akupun bukk..

    Dari kecil sudah diajarin malu.
    Kelihatan paha aja udah diajarin

    "ih malu.. pahanya kelihatan gitu.. ihh malu.. yukk tutup"

    BalasHapus
  2. Yes.. Tepat sekali, mengajarkan adab sedini mungkin. Kalau sudah bablas, susah memperbaikinya

    BalasHapus
  3. Pintar banget Dek Ale sudah mengerti toilet training dan bisa sendiri yaa, iya memang harus diajarkan sejak dini tentang aurat dan rasa malu ya..banyak juga anak SD nggak pakai baju cuek saja huhu..

    BalasHapus
  4. anak kecil kadang memang lebih kritis ya dibanding orang dewasa, jiwa penasarannya masih sangat tinggi. betul juga nih toilet training perlu banget diajarkan ke anak sejak dini.

    BalasHapus
  5. Aku jadi inget mamaku, mau anak cewek atau cowok selalu diajarkan rasa malu yang sesuai. Ale memang anak cerdas, jadi diajarkan langsung diterapkan ^^

    BalasHapus
  6. Waahh nama aku di sebutt jadi malu >.< iyaya anak kita semakin kesini semakin kritis. JAdi semakin semangat belajar banyak untuk memenuhi keingin tahuan anak..Semangat untuk kita semua ya mom..^^

    BalasHapus